Jumat, 16 Oktober 2009

Tips untuk memilih spesifikasi komputer terbaik segala kebutuhan saat membeli komputer


komputer ? mungkin ini adalah sesuatu yang sering dibahas dalam berbagai artikel tentang komputer di seluruh blog di internet. Mungkin ini dari pengalaman saya karena dulu pada waktu saya membeli computer saya asal beli computer jadi agak kemahalan Saya ingin agar anda-anda tidak salah untuk membeli computer.

Belanja komputer dengan memilih satu per satu komponen hardware butuh waktu dan harus selalu mengikuti perkembangan harga dan teknologi. Namun bagi Anda pengguna baru, jangan berkecil hati, ada beberapa tips yang saya sarikan ke dalam ‘Sepuluh Tips’ yang bisa Anda jadikan rujukan agar bijaksana saat berbelanja komputer. Saya berasumsi, Anda adalah tipe pembeli (pengguna) komputer kebanyakan, yang ingin menggunakan komputer untuk hampir semua keperluan, mulai dari mengetik, mendengar lagu, menonton film, bahkan bermain game kelas menengah. Agar Anda memperoleh komputer yang layak pakai untuk berbagai kebutuhan hingga beberapa

Tips pertama jangan membeli prosesor kelas Celeron

Celeron yang harganya jauh lebih murah, kecuali Anda sangat sensitif terhadap selisih harga. Lebih baik Anda membeli prosesor generasi lebih baru seperti Pentium 4 Hyper-Threading (HT), Pentium D, Dual Core atau Core 2 Duo dan yang terbaru sekalipun seperti Core 2 Quad dan Intel Extreme. Khusus untuk jajaran prosesor berlabel Pentium E2xxx dibangun dari mikroarsitektur Core (seperti halnya prosesor Core 2 Duo), namun dengan beberapa pengurangan spesifikasi. Contohnya FSB cuma 800MHz, L2 cache cuma 1MB, serta tidak mendukung VT (virtualisasi). Namun kehebatan prosesor seri ini adalah kemampuan overclock-nya yang sangat tinggi.

Tips kedua, beli harddisk berjenis SATA II.

Alasannya, harddisk jenis ini kecepatan baca tulisnya sudah lebih cepat (teoritisnya 300MB/detik), pada transfer datanya lebih cepat dan harganya malah lebih murah dibandingkan harddisk berjenis ATA (harddisk model lama).

Tips ketiga, jangan membeli harddisk ukuran 80 GB.

Sudah lebih bijak kalau kita membeli harddisk ukuran 160 GB saja karena selisih harganya tipis,

Tips keempat, beli memori yang sudah DDR2.

Oleh sebab itu, pastikan motherboard yang kita beli sudah mendukung memori jenis ini. Selain kemampuannya sudah lebih baik, memori versi lama seperti SDRAM dan DDR harganya malah lebih mahal.

Tips kelima, beli memori DDR2 minimal berukuran 1GB.

Walaupun komputer yang kita beli ditujukan hanya untuk pekerjaan mengetik atau mendengar lagu, namun sistem operasi sekarang ini membutuhkan memori yang besar. Agar bisa menggunakan Windows XP dengan cukup nyaman, mempunyai memori 512 MB sudah menjadi keharusan.

Tips keenam, jangan beli CD-ROM biasa atau CD-RW.

Pilihan paling bijaksana, kita membeli DVD RW (DVD-ROM plus DVD-RW), artinya kita bisa memutar dan membakar data ke CD atau DVD sekaligus memutar DVD. Alasan pertama, karena harga DVD Writer sudah sangat murah. Alasan kedua, sekarang sudah era menggunakan DVD.

Tips ketujuh, pastikan motherboard memilik slot PCI yang cukup.

Sebisa mungkin motherboard memiliki 1x PCI Express x16, 2x PCI Express x1, dan 1x PCI. Bagi Anda yang ingin menikmati bermain game lebih dahsyat, kehadiran slot PCI Express x16 sudah menjadi keharusan. Di dalam slot inilah kita menambahkan kartu grafis tambahan agar bisa memainkan game 3D favorit atau membuat komputer kita layak diinstal Windows Vista. Bagi Anda yang mempunyai budget terbatas, kartu grafis onboard (onboard VGA) – sudah ditanam di motherboard – sudah cukup untuk memainkan game-game ringan (bukan 3D).

Tips kedelapan, beli casing PC dengan power listrik yang mendukung kebutuhan hardware PC dan mempunyai front USB dan Audio.

Daripada capek-capek colok flashdisk atau earphone ke belakang PC, lebih baik beli casing yang sudah menyediakan front USB dan Audio. Sekarang hampir semua motherboard menyediakan fasilitas front USB dan Audio, jadi sangatlah bijaksana kalau kita membeli casing yang ada front USB dan Audio-nya. Casing yang bagus seperti Simbada+PSU, PowerLogic+PSU, Thermaltech,

Tips kesembilan, beli monitor dengan ukuran minimal 17".

Era monitor 15" sudah berlalu. Daripada ‘malu-maluin’, mengaku punya PC dual core namun monitornya 15", lebih baik bersikap bijaksana. Sebab harga monitor 17" sudah bisa kita peroleh dengan harga terjangkau

Tips kesepuluh, jangan malas bertanya.

Tanyakan ke toko penjual sejauh mana layanan mereka kalau komputer bermasalah, lama garansi, catat alamat dan nomor telepon toko tersebut. Ada baiknya, kita membeli komputer langsung ke toko penjual. Kalaupun membeli komputer dari pameran, luangkan waktu untuk mampir ke toko mereka dan jalin komunikasi. Anda juga perlu mampir ke toko-toko lain untuk membandingkan layanan dan harga.

Rudi Ramdhan
150310080015

Kamis, 15 Oktober 2009

Arch Enemy Asia Tour 2009 at Jakarta


Arch Enemy akan tampil di Indonesia.

Hal ini bukan sembarang gosip, karena pada tanggal 28 Oktober 2009 Arch Enemy akan mengguncang Indonesia tepatnya di Tennis Indoor Senayan, Jakarta . tentu kita masih ingat bagaimana Lamb of God mengguncang Jakarta kemarin, atau masih terbayang bagaimana dahsyatnya penampilan band-band cadas mancanegara mulai dari Kreator, Helloween, Dragon Force, Extreme Noise Terror sampai As I Lay Dying menggempur tanah air dengan aksi musikalitas mereka?

Kali ini lagi-lagi Solucites yang berhasil mendatangkan band ber-genre melodic deat metal yang tak lain dan tak bukan adalah Arch Enemy

Terbentuk pada 1996 Arch Enemy adalah melodic death metal band dari Halmstad, Swedia. Didirikan oleh gitaris Carcass Michael Amott bersama dengan Johan Liiva, keduanya berasal dari band death metal berpengaruh Carnage. Band ini merilis tujuh studio album, sebuah album live (Burning Jepang Live 1999), dua DVD dan tiga EP. Awalnya band ini menunjuk Johan Liiva sebagai vokalis mereka, namun kemudiaan Angela Gossow bergabung sebagai vokalis pada tahun 2000.

Pada November 2000 vokalis Johan Liiva diminta untuk keluar dari band. Michael Amott menyatakan bahwa ia ingin yang lebih "penyanyi yang lebih dinamis", dan bahwa performa live Liiva tidak begitu menyatu dengan seluruh band. Liiva segera digantikan oleh jurnalis amatir dan vokalis death metal Jerman Angela Gossow, yang telah memberikan rekaman demo untuk Christopher Amott, awal tahun itu selama wawancara dia telah melakukan banyak hal dengan Christopher Amott. Gossow terbukti menjadi penyanyi yang kompeten dan diterima dengan hangat oleh sebagian besar penggemar.

Tidak bisa dipungkiri salah satu hal yang membuat Arch Enemy besar dan banyak menjadi sorotan apalagi kalau bukan sosok sang frontwoman Angela Gossow. Wanita berdarah Jerman ini acap kali memang sering dijadikan sebagai icon vokalis wanita metal masa kini. Kemampuan growl nya bisa dibilang memang luar biasa dan terdengar "menyeramkan", mungkin juga dijadikan banyak influence bagi para vokalis wanita band metal di Indonesia.

Baru-baru ini tepat 28 September 2009 kemarin Arch Enemy melepaskan album ke delapan-nya ke publik. Beruntung kawasan Asia (khususnya Jakarta) menjadi gelombang pertama arena promo tour mereka. Dengan tajuk Arch Enemy "The Root of All Evil Asia Tour 2009" mereka siap memporakporandakan kawasan Tennis Indoor Senayan pada 28 Oktober 2009 mendatang,

Arch Enemy akan melangsungkan Asia Tournya di Indonesia Penampilan mereka juga akan mendapat dukungan dari band Australia, Psycroptic, sebagai ‘supporting act‘.

Reza Johansyah Dagoes

150310080027

Kotoran sapi hasilkan biogas


kotoran sapi pada saat ini tidak hanya bisa bermanfaat untuk pupuk kandang, tapi juga bisa untuk menyalakan energi kompor rumah tangga dengan cara memodifikasi kompor.
hal tersebut dapat dilakukan dengan menghasilkan energipenyala kompor dengan lampu listrik,
yaitu dengan cara mencampurkan kotoran sapi dengan 50% air di dalam drum tertutup dengan menggunakan pipa selang, untuk mengalirkan gas ke obyek bola lampu maupun kompor masak.
Namun proses kotoran sapimendatangkan gas harus ditunggu sekitar 21 hari.
setelah itu,energi biogas tersebut akan datang dentgan sendirinya dan selanjutnya dapat digunakan untuk keperluan.
''untuk satu kilogram kotoran sapi sama dengan 0.18 kilogram padatan.
sementara satu kilogram padatan dapat menghasilkan 250 liter bio gas. yang sama dengan
600 cc minyak tanah.

arif pratama
15031008009

Selasa, 06 Oktober 2009

Peluang dan Tantangan Pertanian Indonesia Masa Depan


Indonesia merupakan negara besar yang sangat dinamis yang ditandai oleh berbagai perkembangan strategis berapa tahun terakhir dan tahun-tahun yang akan datang. Dilihat dari perspektif pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, terdapat beberapa peluang dan tantangan yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut.
Dengan pertumbuhan penduduk 1,49 % pertahun, Indonesia harus mampu menyediakan pangan untuk 210 juta penduduknya saat ini dan pertambahan setidaknya 3 juta konsumen baru setiap tahun. Pada saat yang sama ditengarai sekitar 100.000 hektar lahan pertanian umumnya pangan terkonversi setiap tahunnya untuk berbagai kepentingan non-pertanian. Juga telah semakin seriusnya penurunan kesediaan air dan meningkatnya komperisi penggunaan air tersebut antara keperluan konsumsi rumah tangga dan industri dengan keperluan pertanian. Kondisi ini perlu dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan pola konsumsi beraneka ragam bagi “konsumen baru” yang cukup besar, sekaligus tantangan yang besar karena sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut semakin terbatas.
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragam. Keragaman sosial ekonomi tersebut sekaligus juga menjadi peluang dan potensi untuik mengembangkan pangan yang beragam. Kebutuhan tersebut tidak hanya dari jenis pangannya tetapi juga dari pengolahan, tambahan kandungan nutrisi, penampilan, pengemasan, dan sebagainya.
Globalisasi merupakan kondisi riil yang telah terjadi dalam kiehidupan sehari-hari. Beberapa fenomena globalisasi yang mempengaruhi kondisi keanekaragaman pangan indonesia : Indonesia dengan jumlah konsumen yang besar merupakan sanga menarik bagi produsen pangan dunia, Dengan dorongan bagi terbukanya pasar domestik Indonesia menyebabkan berbagai produk dipasarkan ke Indonesia, yang walaupun juga mendorong penganekaragaman pola pangan , tetapi dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah baru dalam ketahanan pangan kondisi tersebut juga dikhawatirkan akan menciptakan “playing field” yang tidak seimbang antara pelaku bisnis pangan domestik dan perusahaan multi nasional.
Proses reformasi yang menginginkan penyeimbangan peran masyarakat dan peran pemerintah mendorong peningkatan partisipasi masyarakat yang lebih besar. Di samping itu dominasi peran pemerintah dalam pengambilan keputusan yang terjadi selama ini juga semakin terbatasi oleh kemampuan pemerintah dapal menjalankan keputusannya, terutama akibat keterbatasan anggaran pemerintah dan keterkaitan pemerintah dengan lembaga-lembaga internasional. Oleh sebab itu pengambilan keputusan publik di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh kemampuan melibatkan partisipasi masyarakat secara optimal. Dalam konteks penganekaragaman pangan, baik dalam pengertian konsumsi maupun produksi, hal tersebut perlu menjadi pusat perhatian karena akhirnya masyarakatlah yang akan melakukan dan memperoloeh dari hasil penganekaragaman.
Pengambilan keputusan publik oleh pemerintah juga tidak dapat lagi dilakukan hanya oleh pemerintah pusat, tetapi melalui keseimbangan yang optimal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dimana peran pemerintah daerah akan lebih dominan tanpa mengesampingkan peran penting pemerintah pusat dalam mengembangkan kebijakan makro yang kodusif. Keberhasilan pelaksanaan kebijakan pada tingkat operasional saat ini dan di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemauan pemerintah daerah. Di samping itu perlu pula dikembangkan pemahaman pemerintah daerah bahwa sangat banyak masalah sosial ekonomi yang tidak bisa hanya diselesaikan dalam lingkup batas kewenangan administartif saru daerah tetapi membutuhkan kerja sama yang erat antar pemerintah daerah. Peran pemerintah pusat terbatas pada masalah-masalah yang tidak dapat diatasi oleh provinsi dan kabupaten serta mengembangkan hubungan masyarakat internasional.

M. Nurfalaah
150310080010

Selasa, 29 September 2009

Jatinangor Menjadi Kawasan Perkotaan???


Jatinangor merupakan nama kecamatan yang berada diperbatasan antara Bandung-Sumedang, Jatinangor merupakan salah satu kecamatan yang terpinggir dari pusat kota kabupaten Sumedang, Konsep Jatinangor sekarang adalah menjadi kawasan pendidikan dimana di Jatinangor ini tata wilayahnya dipenuhi beberapa kampus-kampus yang cukup besar, seperti IPDN, IKOPIN, UNWIM, dan UNPAD. Mungkin karena kampus-kampus tersebutlah menjadikan wilayah Jatinangor menjadi daerah pendidikan. Jatinangor akan berubah status menjadi Kawasan Perkotaan Jatinangor. Kebijakan ini merupakan pertama kalinya di Indonesia dan akan dijadikan sebagai Pilot Poject-nya. Kesemerawutan tata ruang yang kini menjadi potret Jatinangor, perlu dikembalikan ke fungsi asalnya sebagai pusat pendidikan.

Sebagai sebuah kecamatan di wilayah kabupaten Sumedang, permasalahan yang dihadapi Jatinangor lebih kompleks dibandingkan dengan kecamatan lain. Macet, krisis air, pengelolaan sampah, degradasi lingkungan dan penataan ruang merupakan masalah-masalah yang dihadapi Jatinangor. Permasalahan tersebut sejatinya merupakan persoalan yang lazimnya dialami daerah perkotaan.

Permasalahan yang terjadi di Jatinagor ini adalah masalah transisi, dimana dari desa menjadi kawasan perkotaan. Sekarang ini kecamatan Jatinangor terpaksa mengikuti perkembangan zaman, berubah menjadi seperti sebuah kota Metropolitan. Atau dengan bahasa lain, Jatinangor adalah kota baru yang premature. Mengapa demikian, sebab hanya dengan selang waktu beberapa bulan atau tahun saja, sawah-sawah yang dulunya hijau menyegarkan mata dengan seketika berubah menjadi tembok-tembok yang menghalangi pandangan mata. Coba lihat dibeberapa daerah yang ada di Jatinangor, seperti Ciseke, Cibeusi, Sukawening, Cisaladah, Cikuda, Ciawi, Cikeruh, Hegarmanah dan lainnya. Sekarang yang kita temukan disana sini bangunan tembok berdirian, jalan sudah disulap jadi pondokan, sawah sudah dirubah menjadi apartemen. Bukan merasa iri atau apa yang ada dalam dihati, tapi tidak lain hanyalah kesedihan dan kepriatinan. Sebab bukan masyarakat asli Jatinangor yang menikmati perubahan ini, tetapi orang-orang luar yang memiliki kemampuan lebih yang menyulap semua itu.

Permasalahan lainnya yang muncul adalah kehadiran bangunan-bangunan sekelas Mall Metropolitan yang sudah memposisikan diri ditengah-tengah kawasan pendidikan ini, sebagai contoh dengan hadirnya Jatinangor Town Square (JATOS) dan Padjdjaran Plaza, hal ini membuat tata wilayah yang terkesan semerawut, alangkah lebih bijaknya jika pendirian mall-mall tersebut berada dipinggir dari pusat kawasan pendidikan. Seharusnya yang berada di tengah-tengah kawasan pendidikan tersebut adalah perpustakaan ataupun tempat-tempat yang lebih mendukung dengan konsep kawasan pendidikan, kalau melihat fenomena yang terjadi sekarang ini adalah terjadinya ketimpangan, dimana antara konsep kawasan pendidikan tidak berkesinambungan dengan fasilitas ataupun stuktur dan infrasruktur yang ada.

Kemudian masalah yang terjadi lainnya adalah masalah sampah, dimana sampai saat ini Jatinangor belum memiliki tempat pembuangan sampah. Dengan kondisi demikian, keberadaan lahan-lahan di Jatinangor pun nantinya akan semakin sempit. Tentunya volume sampah dapat dipastikan terus bertambah, baik yang berasal dari produksi masyarakat atau perusahaan. Mengingat volume sampah rumah tangga yang dihasilkan begitu banyaknya maka perlu adanya penangulangna terhadap masalah ini, menurut rumor ataupun wacana yang sedang berkembang Pemkab Sumedang berencana untuk menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara (TPPS) dan tengah mempersiapkan beberapa fasilitas yang tersebar di lima titik, yakni di wilayah Cileles, Cintamulya, Mekargalih, Sayang dan Hegarmanah. Pembangunan tempat pembuangan sampah sementara di lima desa itu rencananya akan dibiayai dari dana Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) kecamatan yang besarannya Rp 50 juta/desa dengan luas areal 20 tumbak.

Bukan tidak setuju ataupun tidak ingin merasakan kemajuan zaman, namun pemasalahan sosial yang terjadilah yang menjadi kekhawatiran. Disana-sini makin bertambah kriminalitas, kesenjangan kelas sosial, prostitusi, perdagangan narkoba, hingga tindakan keserakahan lainnya. Apakah bisa kita pastikan semua itu dapat diatasi Jatinangor sebagai kota baru dilingkungan pendidikan yang tidak tertata dengan baik??? Itulah keresahan yang saya alami sebagai bagian dari masyarakat jatinangor. Merasa riskan akan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Perubahan itu suatu keharusan memang, tetapi apabila perubahan itu tidak tertata dan terencana dengan baik, maka kita tidak akan mengetahui mau dibawa kemana Jatinangor ini nantinya. Menurut hemat saya, kepemimpinan tokoh pemerintaan Jatinangor sangat berperan untuk melakukan perbaikan dan pembangunan tersebut, hanya saja kita tidak merasakan keberadaan hal itu. Meski agak terlambat, bukan berarti kawasan pendidikan Jatinangor tidak bisa ditata. Tinggal bagaiman komitmen pemerintah konsisten melaksanakan rencananya.

Jika rencana perkotaan itu terwujud, dapat dipastikan wilayah Jatinagor akan berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman masyarakat kota, didalamnya sudah pasti akan menjadi pusat distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan pelayanan ekonomi.

Gery Kushermawan
150310080034